Home / Wisata Budaya (page 2)

Wisata Budaya

Tari Penguton Tarian Penyambutan Tamu

Berbagai macam tari-tarian daerah yang merupakan budaya masyarakat Ogan Komering Ilir masih tetap dilestarikan dari sekian banyak itu yang sering di pertontonkan atau dilakukan masyarakat yaitu tari “Penguton”. Tari Penguton adalah tari adat Ogan Komering Ilir, tepatnya berasal dari Marga Kayuagung yang dalam pelaksanaannya merupakan unsur yang menyatu dengan adat penyambutan tamu. Hal ini sesuai dengan namaya yang berasal dari ...

Read More »

Palembang Merupakan Kota Tertua Di Dunia

Hasil dari penelitian dan mengindetifikasi bahwa Kota Palembang sebagai kota tertua sekaligus terbesar kedua di dunia. Seperti yang di rilis oleh Thrillist. Setiap kota di belahan dunia memiliki keunikan dan sejarah yang berbeda. Bahkan beberapa di antaranya merupakan kota-kota dengan usia yang cukup tua. Dari beberapa kota tua tersebut, Palembang merupakan salah satunya. Kota ini menjadi daerah dengan keragaman budaya ...

Read More »

Legenda Objek Wisata Pulau Kemaro Sumatera Selatan

Kemaro, sebuah pulau mungil dengan pagoda cantik di Sungai Musi merupakan salah satu objek wisata di Sumatera Selatan. Dilaporkan situs Wonderful Indonesia, pulau tersebut dinamakan Kemaro yang berarti ‘kemarau’ karena senantiasa kering. Tak hanya indah, pulau ini juga menyimpan legenda romantis yang diceritakan turun-temurun. Kemaro sempat menjadi saksi cinta putri raja Sriwijaya, Siti Fatimah dan Tan Bun Ann, pangeran dari ...

Read More »

Jalan jalan ke Bukit Batu Serunting Sakti

Apabila kita jalan jalan dan memandang ketinggian Bukit Batu di Desa Bukit Batu Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dengan ketinggian 85 meter dari dasar tanah di atas luas tanah 23 Hektar. Maka akan tampak kumpulan batu-batu besar dengan beragam bentuk, ada yang kecil, sedang, besar, dan sangat besar. Tidak seperti dulu, sekarang disekitar ...

Read More »

Asal Mula Terjadi Bukit Batu (Keluarga Kecil Bujang Tue)

Menurut yang empunya cerita, pada zaman dahulu hiduplah satu keluarga sepasang suami istri dan anaknya laki-laki. Ayahnya bernama Mangkubumi, ibunya Sri indu alam, sedangkan anaknya hanya dikenal orang dengan sebutan Bujang Tue. Ia disebut demikian lantaran dalam usianya yang telah lama dewasa tapi belum bertemu jodoh juga. Pada suatu hari karena tidak melihat anaknya berada dirumah, Mangkubumi bertanya kepada istrinya ...

Read More »

Adat Istiadat Kematian Dalam Masyarakat Pampangan OKI

Apabilia ada diantara penduduk/masyarakat yang meninggal, simayit biasanya dimandikan dengan cara dipangku oleh anak, keluarga, atau familinya, selesai dimandikan dan dibungkus seperti biasanya orang meninggal maka simayitpun dishalatkan. Selesai shalat bagi penganut kaum muda (anggota muhammadiyah) cukup takziah ala kadarnya, sedangkan bagi kaum tua (bukan muhammadiyah) membaca surah yasin, berkalimah dan ditutup do’a. Kemudian dilanjutkan dengan bertakziah ala kadarnya, selanjutnya ...

Read More »

Adat Istiadat Dalam Mendirikan Rumah Masyarakat Pampangan OKI

Sebelum rumah didirikan biasanya pada malam harinya, pemilik rumah mengadakan persedekahan dilokasi tempat mendirikan rumah tersebut. Yaitu membaca surah yasin, berkalimah, dan berdo’a Kemudian untuk tiang yang duah buah paling tengah, pada malam itu juga sekitar jam 24:00 WIB harus ditanamkan/dipancangkan. Sebelumnya didalam lubang galiannya dimasukkan benda-benda yang dianggap bermanfaat bagi rumah serta penghuninya nanti seperti Ijuk, Buah Enau, Ikan ...

Read More »

Adat Istiadat Kelahiran Bayi Dari Pampangan OKI

Apabila seorang ibu hamil untuk pertama kalinya, maka sampai bulan kesembilan dari kehamilannya setiap bulan oleh orang tuanya akan dimandikan dengan sesajen kembang tujuh rupa/warna serta benda-benda lain yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Dalam istilahnya disebut Mandi Keramas, selanjutnya waktu akan melahirkan pada zaman dahulu dibantu oleh Dukun Bayi. Namun karena kemajuan zaman sekarang hampir seluruhnya dibantu oleh Bidan. Apabila sudah ...

Read More »

Adat Perkawinan Dari Pampangan OKI

Pada masa puluhan tahun yang silam dalam menentukan jodoh bagi anaknya adalah orang tuanya, namun lambat laun seiring dengan kemajuan zaman perjodohan semacam itu lenyap sama sekali karena sebagian besar atas dasar saling cinta – mencintai antara sigadis dan sibujang. Tetapi walaupun antara kedua muda – mudi itu sudah saling cinta, belum tentu akan mendapat restu dari kedua orang tuanya ...

Read More »

Asal Usul Sejarah Desa Pampangan

Menurut cerita pada zaman dahulu kala datanglah dua orang suami istri dari Cirebon (Jawa Barat) kedaerah/dusun Pampangan yang pada masa itu belum bernama Pampangan (tanpa nama menurut penulis) Sang suami bernama Indragiri Sakti dan sang istri bernama Masayu, kedua suami istri itu menetap ditempat tersebut hingga mempunyai anak sebanyak empat orang. Anak pertama sampai ketiga semuanya laki – laki dan ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com