
OKI — Setelah hampir delapan tahun hidup tanpa aliran listrik, warga Dusun Senasi, Desa Kayu Labu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya mendapat kepastian. Pemerintah Kabupaten OKI memastikan pemasangan jaringan listrik sepanjang lima kilometer dijadwalkan mulai pekan keempat Oktober 2026. Jika berjalan sesuai rencana, listrik ditargetkan mulai dinikmati masyarakat pada akhir November atau Desember mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki saat mengunjungi Dusun Senasi, Jumat (23/10/2026). Ia mengatakan, penyambungan jaringan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga di wilayah yang selama ini belum terlayani listrik.
Muchendi menjelaskan, meskipun tiang listrik sepanjang lima kilometer telah berdiri sejak beberapa tahun lalu, jaringan belum tersambung sehingga masyarakat belum bisa menikmati aliran listrik di rumah masing-masing.
“Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan jadwal. Tiang listrik sepanjang lima kilometer sudah terpasang dan insya Allah pada minggu keempat Oktober ini jaringan listriknya mulai dipasang. Harapannya, akhir November atau Desember masyarakat sudah bisa menikmati listrik,” kata Muchendi.
Menurutnya, upaya menghadirkan listrik ke wilayah terpencil di OKI memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya karena jalur pembangunan jaringan harus melewati kawasan hutan yang dilindungi sehingga membutuhkan koordinasi serta perizinan dari sejumlah instansi terkait.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab OKI telah melakukan koordinasi dengan anggota DPR RI Dewi Yustisiana yang bertugas di Komisi XII serta Kementerian Kehutanan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses yang diperlukan agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau masyarakat.
Muchendi menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal proses tersebut hingga jaringan benar-benar tersambung dan listrik dapat dinikmati warga.
Ia juga meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan pemasangan jaringan agar berjalan sesuai jadwal. Selain itu, Pemkab OKI berupaya memperjuangkan bantuan pemasangan meteran listrik bagi warga yang memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan penerima bantuan.
“Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan atau terpinggirkan. Fasilitas dasar seperti listrik dan jalan yang layak harus terus kita perjuangkan agar masyarakat di sini juga bisa merasakan pembangunan,” ujarnya.
Bagi warga Dusun Senasi, kepastian tersebut menjadi kabar yang sangat dinantikan. Sejak 2018, masyarakat harus menjalani aktivitas sehari-hari tanpa menikmati layanan listrik dari jaringan PLN, meskipun tiang-tiang listrik telah berdiri di wilayah mereka.
Ibu Nimah (43), warga Dusun Senasi, mengaku bersyukur setelah mendapatkan kepastian bahwa jaringan listrik segera dipasang. Ia berharap rencana tersebut benar-benar terealisasi sehingga masyarakat tidak lagi harus menunggu lebih lama.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur akhirnya ada kepastian listrik akan masuk ke dusun kami. Sejak 2018 kami menunggu, dan selama ini belum bisa menikmati listrik. Kami berharap pemasangannya berjalan lancar sehingga akhir tahun nanti rumah-rumah kami sudah terang dan anak-anak bisa belajar lebih nyaman pada malam hari,” ungkapnya.
Masuknya jaringan listrik di Dusun Senasi diharapkan tidak hanya menghadirkan penerangan bagi rumah warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendidikan, aktivitas ekonomi, serta kualitas kehidupan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten OKI berharap pemasangan jaringan sepanjang lima kilometer tersebut dapat terlaksana sesuai jadwal, sehingga penantian panjang warga sejak 2018 segera berakhir dan pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa.
(Mrd)
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia