OKI — Kepedulian terhadap lingkungan di Desa Sukamaju, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mulai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui pengelolaan sampah dan bank sampah dari tingkat RT hingga desa, warga tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mengumpulkan kas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Hal tersebut menjadi perhatian Bupati OKI Muchendi Mahzareki saat menghadiri Lomba Kebersihan Lingkungan di Desa Sukamaju, Senin (11/8). Ia menilai kebersihan lingkungan yang terjaga merupakan bukti bahwa kesadaran dan gotong royong masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membangun desa.
Menurut Muchendi, Desa Sukamaju dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan. Kebersihan tidak lagi sebatas kegiatan rutin, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat sosial sekaligus ekonomi.
“Pengelolaan sampah dan bank sampah ini manfaatnya kembali kepada masyarakat. Kas yang terkumpul di tingkat RT maupun desa pada hakikatnya merupakan bentuk sedekah dan kebersamaan warga,” kata Muchendi.
Ia mengatakan, persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang ketika dikelola secara kolektif. Masyarakat memperoleh lingkungan yang lebih bersih, sementara hasil pengelolaan sampah dapat mendukung berbagai kebutuhan bersama.
Semangat kebersamaan juga terlihat dari suasana permukiman warga. Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat menghias bagian depan rumah dengan beragam lampu dan ornamen beraneka karakter serta warna.
Menurut Muchendi, kreativitas warga tersebut bukan hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dalam menyambut momentum kemerdekaan.
Di sisi lain, Muchendi menyoroti kebutuhan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat Sukamaju. Salah satunya kondisi jalan kabupaten sepanjang sekitar 10 kilometer yang membutuhkan perbaikan.
“Kita melihat ada jalan kabupaten sekitar 10 kilometer yang memang membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikannya secara bertahap. Untuk jalan yang berada di kawasan perusahaan, kita juga berharap ada dukungan dari pihak perusahaan,” ujarnya.
Muchendi menegaskan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya harus saling mendukung agar persoalan yang dihadapi desa dapat diselesaikan secara bersama.
Ia juga meminta masyarakat Sukamaju mempertahankan kekompakan dan kerukunan yang telah menjadi modal sosial desa. Jika terdapat persoalan, penyelesaiannya diharapkan mengedepankan musyawarah.
“Jaga kekompakan dan kerukunan. Kalau ada persoalan di desa, mari diselesaikan dengan musyawarah. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk memecah kebersamaan yang sudah terbangun,” kata Muchendi.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju Kamsa mengatakan semangat warga menjaga kebersihan, mengelola sampah dan menghias lingkungan lahir dari kebersamaan masyarakat.
Pemerintah desa, kata Kamsa, akan terus mendorong partisipasi warga agar kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan saat perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati OKI yang telah hadir dan melihat langsung kondisi Desa Sukamaju. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, memperkuat gotong royong, serta membangun desa bersama-sama,” ujar Kamsa.
Bagi warga Sukamaju, sampah kini bukan sekadar persoalan yang harus dibuang. Ketika dikelola bersama, sampah dapat menjadi sumber manfaat, sementara gotong royong menjadi kekuatan untuk menjaga lingkungan sekaligus membangun desa.
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia
