Home / News / Persagi Sumsel Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Persagi Sumsel Sosialisasikan Pencegahan Stunting

 

Palembang – Dalam rangka memperingati hari gizi nasional ke 58 tahun 2018, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan stakeholder terkait melaksanakan serangkaian kegiatan bertemakan bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi. Hal ini diungkapkan oleh HM Lubis, SKm.,MKes selaku Ketua DPD Persagi Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (25/1/2018).

 

“Untuk sub tema peringatan hari gizi nasional ke 58 tahun 2018 ini sendiri ialah mewujudkan kemandirian keluarga dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting. Oleh karena itu slogan kita yaitu Bersama keluarga kita jaga 1.000 hari pertama kehidupan (HPK),”Ujar Lubis.

 

Serangkaian kegiatan tersebut, Masih Kata Lubis, salah satunya dengan mengadakan Talk Show Interaktif seperti yang kita laksanakan hari ini di salah satu Radio Palembang, dalam rangka mensosialisasikan tentang bagaimana cara pencegahan Stunting kepada masyarakat. Selain itu, kita juga akan melaksanakan pekan konseling gizi nasional.

 

“Kegiatan pekan Konseling gizi nasional dengan sasaran balita kurang gizi dan ibu hamil ini secara serentak dilaksanakan di 34 provinsi di indonesia, yaitu mulai hari ini tanggal 25 hingga 31 Januari 2018. Dan untuk Provinsi Sumatera Selatan Puncaknya pada 28 Januari nanti, bertempat di Kambang Iwak kota Palembang,” Ungkap Lubis.

 

Kegiatannya, Lanjut Lubis, Diawali dengan Senam bersama Ibu – ibu balita dan masyarakat luas. Kemudian kita lanjutkan kegiatan Konseling dengan sasarannya anak – anak yang ada dikota palembang. Dimana seluruhnya akan dilayani oleh para ahli gizi sumsel baik bekerja di instansi pemerintah maupun swasta.

 

“Kegiatan konseling gizi tersebut dilaksanakan serentak di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel, apakah itu di Poskesmas, Posyandu ataupun Poskesdes. semua akan melakukan edukasi konseling gizi terhadap ibu balita, Ibu hamil yang mempunyai permasalahan gizi,”Jelas Lubis.

 

Semua rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan hari gizi nasional ini, tambah lubis, pada intinya untuk pencegahan Stunting ditengah masyarakat. Karena anak yang terkena stunting akan memiliki tinggi badan dibawah standar pertumbuhan anak normal seusianya, Di provinsi sumsel anak yang mempunyai tinggi badan pendek akibat dari stunting ada sebanyak 22, 8 persen.

 

“Guna menurunkan angka stunting tersebut, maka masyarakat perlu dididik agar memahami pentingnya gizi dan kesehatan bagi ibu hamil dan anak balita untuk mencegah terjadinya stunting. Oleh karenanya, saat ini pemerintah dan seluruh masyarakat diharapkan dapat bekerja bersama secara terintegrasi untuk mencegah stunting, dengan fokus pada 1.000 HPK,”tandas Lubis.

 

Ditambahkan lubis lagi, Penyebab Balita Kerdil atau Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, akan tetapi disebabkan oleh multi dimensi secara umum. beberapa penyebab stunting ialah Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan.

 

“Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan) Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas. Kemudian masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi. Hal ini dikarenakan harga makanan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi,” Pungkas Lubis.

x

Check Also

Serius Jalin Kerjasama antar Daerah OKI dan Basel

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) serius menindaklanjuti kerjasama dengan Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dalamrangka ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com