
Kayu Agung — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan menekan lonjakan harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten OKI pada Rabu (21/5) itu menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah OKI, Alamsyah, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten OKI, Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan–Bangka Belitung, Perusahaan Daerah Bende Seguguk, pelaku UMKM, petani, hingga pedagang pasar.
“Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengendalian pangan yang tidak hanya bergantung pada pemerintah,” ujar Alamsyah.
Menurut dia, sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya menjelang Idul Adha yang identik dengan meningkatnya permintaan sejumlah komoditas strategis.
“Momentum menjelang Idul Adha selalu diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat. Karena itu, intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah dipandang perlu agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKPTPH Kabupaten OKI, Sahrul, menjelaskan kegiatan tersebut difokuskan pada penyediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus menahan laju kenaikan harga menjelang perayaan Idul Adha,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras Rp50 ribu per karung, minyak goreng Minyakita Rp11 ribu per liter, telur ayam Rp22 ribu per kilogram, cabai merah Rp45 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu per kilogram, serta bawang putih Rp25 ribu per kilogram.
Skema penjualan dengan harga lebih rendah itu diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus menjaga keseimbangan antara pasokan, keterjangkauan harga, dan stabilitas ekonomi rumah tangga menjelang Hari Raya Idul Adha.(Murod)
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia