
Kayuagung – Abdiyanto Fikri secara resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada Senin, 26 Januari 2026. Menyikapi hal tersebut, jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak memengaruhi stabilitas organisasi maupun kerja-kerja partai.
Saat ini, kepemimpinan DPC PDI Perjuangan OKI berada di bawah Ketua DPC, Febriansyah Wardana. Ia menyatakan seluruh struktur kepengurusan dan kader tetap aktif menjalankan roda organisasi serta agenda politik partai sebagaimana mestinya.
“Pengunduran diri Saudara Abdiyanto Fikri merupakan keputusan pribadi yang menjadi hak politik setiap individu. Hal itu tidak berkaitan dengan dinamika internal partai dan tidak berdampak pada jalannya organisasi,” ujar Febriansyah Wardana saat dikonfirmasi.
Menurut Febriansyah, PDI Perjuangan merupakan partai kader yang dibangun atas dasar ideologi, sistem, dan kerja kolektif. Karena itu, partai tidak bergantung pada satu figur tertentu.
“PDI Perjuangan tidak ditopang oleh satu orang. Soliditas kader, loyalitas, dan konsistensi memperjuangkan kepentingan rakyat adalah kekuatan utama partai. Pergantian figur merupakan dinamika yang biasa dalam kehidupan politik,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh kader PDI Perjuangan tetap berpedoman pada arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menekankan pentingnya disiplin organisasi, soliditas internal, serta penguatan kerja-kerja kerakyatan.
Febriansyah juga memastikan bahwa seluruh program dan agenda partai tetap berjalan normal. Konsolidasi internal terus dilakukan hingga ke tingkat akar rumput untuk menjaga kekuatan dan kekompakan struktur partai.
“PDI Perjuangan tetap fokus bekerja untuk rakyat. Struktur partai solid dan agenda politik berjalan tanpa terpengaruh oleh keputusan personal siapa pun,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu kader PDI Perjuangan OKI, Irwan, menyampaikan pandangan pribadinya terkait pengunduran diri Abdiyanto Fikri. Ia menyebut keputusan tersebut merupakan hak individu, namun disayangkan mengingat perjalanan politik yang telah dilalui bersama partai.
“Secara pribadi itu merupakan hak beliau. Namun, secara etika politik, tentu ada rasa sayang karena PDI Perjuangan telah menjadi rumah politik yang mengantarkan Saudara Abdiyanto menjadi anggota DPRD selama empat periode,” ujarnya.
Irwan menambahkan, loyalitas dan komitmen terhadap partai merupakan bagian dari etika berpolitik yang penting dijunjung oleh setiap kader, terlebih bagi mereka yang telah memperoleh kepercayaan publik melalui partai politik.
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia