
APJI Ogan Ilir beri bantuan dukungan logistik untuk petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan
OGAN ILIR — Kepedulian terhadap petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Asosiasi Jasaboga Indonesia (APJI) DPC Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Organisasi tersebut menyalurkan nasi kotak dan bantuan bahan makanan untuk mendukung kebutuhan para petugas di tengah upaya penanganan karhutla.
Bantuan disalurkan ke sejumlah posko penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, yakni Posko Tanjung Raja, Posko Induk di Kantor BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Posko Exit Tol Pemulutan, serta Posko Tanjung Batu.
Ketua APJI DPC Ogan Ilir, Dasri Jaya, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap para petugas pemadam yang bekerja di lapangan.
Selain nasi kotak yang bisa langsung dikonsumsi, bantuan yang diberikan juga mencakup mi instan, makanan ringan, dan air mineral. Kebutuhan tersebut diharapkan dapat membantu petugas selama menjalankan tugas penanganan kebakaran.
“Selain nasi kotak yang bisa langsung dikonsumsi petugas pemadam api, kita juga memberikan bantuan air mineral. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar Dasri, Sabtu (10/10/2026).
Di tengah upaya pemadaman, APJI DPC Ogan Ilir juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran agar tidak terus berulang. Pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran lahan dan dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Dewan Penasihat APJI DPC Ogan Ilir, Raden Ayu Amrina Rosyada, S.Si., M.Si., meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.
“Salah satu caranya yakni dengan menyetop membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Anggota DPRD Ogan Ilir tersebut juga menyoroti kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Tanjung Raja yang disebut berawal dari aktivitas membakar sampah. Ia mengingatkan bahwa api dari aktivitas sehari-hari dapat memicu kebakaran lahan apabila tidak dikendalikan.
Ia turut mengingatkan agar masyarakat tidak sengaja membakar lahan demi mempermudah proses pengolahan tanah.
“Atau mungkin ada yang sengaja membakar lahan supaya lebih mudah diolah. Setoplah, kalau masih banyak yang membakar lahan, persoalan ini tidak akan selesai,” tegasnya.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi jasa boga, diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap petugas di lapangan. Namun, upaya penanganan karhutla juga membutuhkan kesadaran bersama untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu api.
Dengan menghentikan praktik pembakaran terbuka dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat dapat ikut membantu mencegah meluasnya karhutla serta mengurangi ancaman kabut asap di wilayah Sumatera Selatan.
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia