KAYUAGUNG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus mendorong pemerataan pembangunan melalui peningkatan akses listrik, perbaikan jalan, penyediaan air bersih, serta penguatan perlindungan sosial dan pendidikan. Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperluas pelayanan dasar, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil, pesisir, dan keluarga berpenghasilan rendah.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyampaikan capaian dan arah pembangunan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD OKI di Kayuagung, Senin (12/10/2026), dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten OKI.
“Bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, listrik berarti kemudahan dan kesempatan. Bukan hanya penerangan, tetapi juga membuka peluang usaha, mendukung pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Muchendi.
Di sektor kelistrikan, sebanyak 245 kepala keluarga (KK) di Dusun Lembah Sunyi, Desa Sungai Jeruju, kini menikmati listrik setelah puluhan tahun menunggu. Akses serupa juga telah dirasakan masyarakat di kawasan lebak Desa Pedamaran 4 dan Desa Juk Dadak.
Perluasan jaringan selanjutnya diarahkan untuk 1.775 KK di Desa Sungai Ketupak, Karangsia, Simpang Tiga Sakti, dan Sungai Somor. Sebelumnya, pembangunan di wilayah tersebut terkendala status kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Penerbitan izin pemanfaatan kawasan membuka jalan bagi kelanjutan pembangunan jaringan.
Pemkab OKI juga mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal bagi 5.496 KK di 11 desa pesisir. Program ini diharapkan mengurangi beban warga yang selama ini mengeluarkan biaya operasional genset Rp1 juta hingga Rp3,3 juta per bulan.
Sementara itu, melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), sebanyak 2.000 rumah di 128 desa telah mendapatkan akses listrik.
Di sektor infrastruktur jalan, pemerintah daerah mendorong penanganan sejumlah ruas dengan dukungan pendanaan pemerintah pusat. Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), peningkatan jalan Sumber Hidup–Kayulabu mencakup 10,382 kilometer. Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit digunakan untuk ruas Kayulabu–Talang Jaya sepanjang 5 kilometer dan Rimba Naning sepanjang 0,9 kilometer. Adapun Dana Alokasi Khusus (DAK) mendukung penanganan ruas Talang Jaya–Sungai Menang sepanjang 2,36 kilometer.
Kebutuhan penanganan jalan di OKI masih besar. Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 1.467,638 kilometer, kondisi jalan mantap tercatat 32,90 persen. Pengembangan akses menuju kawasan strategis, termasuk rencana akses Exit Tol Mataram Jaya, juga menjadi perhatian untuk memperkuat konektivitas dan pergerakan ekonomi. Realisasinya membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan serta kepastian tahapan pembangunan dan kebutuhan lahan.
Pada sektor air bersih, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 30 liter per detik di Kecamatan Air Sugihan ditargetkan memperluas pelayanan bagi 2.400 KK. Selama ini, warga menghadapi keterbatasan akses air bersih dan bergantung pada air hujan untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.
Pembangunan SPAM tersebut didukung anggaran Rp80 miliar, terdiri atas Rp66 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Rp14 miliar dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT OKI Pulp.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur hingga wilayah pesisir dan terpencil. Ia juga mengapresiasi capaian pembangunan OKI serta menyebut pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, dan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Pemerataan pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Masyarakat di kawasan pesisir juga harus mendapatkan akses terhadap infrastruktur dasar yang memadai,” ujar Herman Deru.
Selain infrastruktur, Pemkab OKI menjalankan program perlindungan sosial untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah menjangkau 1.071 penerima manfaat, termasuk Nenek Saimah, warga Desa Tanjung Sari I, Kecamatan Lempuing Jaya.
Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas tercatat 100,33 persen dari jumlah penduduk OKI berdasarkan data yang disampaikan dalam pidato bupati.
Perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan telah mencakup 20.628 pekerja. Manfaat program sesuai ketentuan antara lain berupa santunan kematian dan beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang memenuhi persyaratan.
Pada sektor pendidikan, sebanyak 13.374 siswa sekolah dasar (SD) dan 8.187 siswa sekolah menengah pertama (SMP) menerima seragam dan tas sekolah gratis pada 2026. Total penerima mencapai 21.561 siswa.
Rangkaian program tersebut mencakup kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses energi, konektivitas jalan, air bersih, tempat tinggal layak, jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, hingga dukungan pendidikan.
Pemerintah daerah tetap menghadapi kebutuhan pembangunan yang besar, terutama untuk meningkatkan kondisi jalan dan memperluas pelayanan di wilayah yang sulit dijangkau. Dukungan pemerintah pusat, provinsi, serta dunia usaha menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program sesuai tahapan dan ketersediaan anggaran.
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia
