Home / News / Cegah Karhutla 2027, Pemkab OKI dan Polres Siapkan Alat Berat untuk Petani Buka Lahan Tanpa Bakar

Cegah Karhutla 2027, Pemkab OKI dan Polres Siapkan Alat Berat untuk Petani Buka Lahan Tanpa Bakar

OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Polres OKI mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini. Salah satu upaya yang disiapkan adalah memfasilitasi alat berat bagi kelompok tani agar masyarakat dapat membuka dan mengolah lahan tanpa harus menggunakan cara membakar.

Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk menekan risiko kebakaran, tetapi juga memberikan kemudahan bagi petani dalam mengelola lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki bersama Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta dalam kegiatan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar dan penanaman pohon di Desa Muara Burnai, Kecamatan Lempuing Jaya, Kamis (5/11/2026).

Bupati Muchendi mengatakan, pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan alat berat melalui koordinasi dengan kelompok tani, kepala desa, hingga camat. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan yang lebih mudah dan aman untuk membersihkan serta mengolah lahan tanpa memicu kebakaran.

“Selama ini ada masyarakat yang membakar karena dianggap lebih mudah untuk membuka lahan. Kita ingin mengubah kebiasaan itu. Pemerintah akan membantu memfasilitasi alat berat agar masyarakat bisa mengolah lahannya tanpa menimbulkan kebakaran,” kata Muchendi.

Menurutnya, upaya pencegahan karhutla tidak cukup hanya dengan memberikan larangan kepada masyarakat. Pemerintah juga harus menghadirkan solusi nyata agar petani tetap dapat mengolah lahan dan memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Karena itu, Pemkab OKI turut menjalankan berbagai program untuk mendukung sektor pertanian, mulai dari pencetakan sawah baru, optimalisasi lahan (OPLAH), hingga pemberian bantuan sarana produksi pertanian (saprodi).

“Petani harus kita bantu agar lahannya lebih produktif. Ada program cetak sawah, optimalisasi lahan, dan bantuan sarana produksi. Kita ingin masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan lahan tanpa harus merusak lingkungan,” ujarnya.

Selain memfasilitasi kelompok tani, Pemkab OKI juga merencanakan rehabilitasi lahan di sekitar ruas Tol Kayuagung–Palembang yang selama ini kerap mengalami kebakaran.

Sebagian kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena ditumbuhi rumput tebal sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengolahnya. Muchendi menilai, lahan tersebut perlu dibersihkan dan ditata kembali agar bisa dimanfaatkan secara produktif.

Penataan kawasan itu diharapkan tidak hanya membuka peluang pemanfaatan lahan, tetapi juga mengurangi potensi kebakaran yang kerap mengancam wilayah sekitar jalan tol.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan, gerakan pembukaan lahan tanpa bakar harus menjadi komitmen bersama dalam menghadapi potensi karhutla pada 2027.

Terlebih, fenomena El Niño diprediksi berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan jauh sebelum musim rawan kebakaran tiba.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika kebakaran terjadi. Pengalaman tahun ini harus menjadi pelajaran. Kita perlu mempersiapkan langkah pencegahan sejak sekarang agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu bencana asap,” kata Agung.

Agung juga mengungkapkan, jumlah titik api di wilayah Kabupaten OKI saat ini telah mencapai nol, setelah sebelumnya sempat tercatat hingga ribuan titik.

Kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, jajaran terkait, hingga masyarakat, serta didukung kondisi cuaca berupa turunnya hujan.

Meski demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Kesiapsiagaan tetap diperlukan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi, terutama ketika memasuki periode cuaca kering.

Untuk memperkuat upaya penanganan di lapangan, Polres OKI juga menjalin koordinasi dengan pengelola jalan tol, termasuk Waskita dan Hutama Karya. Koordinasi tersebut diarahkan untuk mengupayakan pembangunan embung atau sumur bor di sejumlah titik sekitar jalur tol.

Keberadaan sumber air itu diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran, sehingga petugas tidak kesulitan memperoleh pasokan air saat melakukan pemadaman.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pemkab OKI dan Polres OKI berharap edukasi mengenai pembukaan lahan tanpa bakar serta fasilitasi alat berat dapat menjangkau kelompok tani hingga tingkat desa. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar diharapkan dapat berangsur ditinggalkan.

Upaya pencegahan karhutla di OKI pun diarahkan tidak hanya melalui penindakan dan pemadaman ketika api muncul, tetapi juga dengan membangun kesadaran masyarakat, menyediakan sarana pendukung, serta mendorong pola pengelolaan lahan yang lebih aman dan produktif.

Melalui langkah tersebut, pencegahan karhutla diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani dan perlindungan lingkungan, sehingga ancaman bencana asap dapat ditekan sejak dini.

(Mrd)

x

Check Also

KPID Sumsel Perkuat Sinergi Penyiaran, Radio dan Televisi Didorong Beradaptasi di Era Digital

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi bersama lembaga penyiaran radio dan ...