
OKI — Program Sekolah Rakyat di Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ditargetkan mulai beroperasi pada 13 Juli 2026. Menjelang pembukaan, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki turun langsung meninjau progres pembangunan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan.
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Selain memastikan penyelesaian bangunan utama, Muchendi juga mengecek kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari jaringan listrik, pasokan air bersih, hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Hari ini kami datang untuk memastikan seluruh progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Yang kami cek bukan hanya gedungnya, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti listrik, air bersih, dan fasilitas lainnya. Harapan kami, semuanya sudah berfungsi dengan baik saat Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 13 Juli nanti,” ujar Muchendi.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Teluk Gelam akan menerima sekitar 300 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA. Ke depan, sekolah berasrama tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 900 siswa sesuai kapasitas yang telah dirancang.
Muchendi menjelaskan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang belajar, asrama, lapangan olahraga, hingga dapur, tidak kalah dengan sekolah berasrama lainnya. Seluruh pembiayaannya juga ditanggung negara,” katanya.
Sekolah Rakyat Teluk Gelam dibangun di atas lahan seluas sekitar sembilan hektare dengan konsep sekolah berasrama. Kawasan pendidikan ini dilengkapi ruang kelas, asrama, sarana olahraga, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung proses belajar sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
Perwakilan PT Waskita, Suwardi, mengatakan pembangunan terus dikebut agar selesai tepat waktu.
“Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal. Pada 13 Juli nanti kami akan menyerahkan bangunan yang siap digunakan untuk menampung 300 siswa pada tahap pertama,” ujarnya.
Menurut Suwardi, fasilitas yang akan diserahterimakan meliputi ruang kelas, empat unit asrama, satu dapur utama, dua ruang makan, masjid, serta berbagai fasilitas pendukung sehingga kegiatan belajar mengajar dapat langsung dimulai.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI Dwi M. Muzawal mengatakan pemerintah daerah juga telah menyiapkan masa transisi menuju operasional sekolah. Persiapan tersebut mencakup penetapan peserta didik, pembentukan tim transisi, penyediaan tenaga pendidik, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami memberikan dukungan penuh mulai dari penetapan siswa, sosialisasi kepada masyarakat, hingga mobilisasi guru dan siswa agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan sesuai rencana,” kata Dwi.
(Murod)
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia