KAYUAGUNG — Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara, tetapi juga dengan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan hak atas layanan dasar. Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menegaskan, pemerataan akses air bersih, listrik, dan kebutuhan dasar lainnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan maju.
Pesan tersebut disampaikan Muchendi saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Pemerintah Kabupaten OKI, Senin (17/8/2026).
“Kita tentu ingin masyarakat sejahtera. Karena itu, program yang dijalankan harus betul-betul tepat sasaran. Kita ingin, dengan perjuangan bersama, menjadi daerah maju,” kata Muchendi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik. Pemerintah juga harus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat hingga wilayah terpencil.
Dengan wilayah OKI yang luas dan memiliki kondisi geografis beragam, pemerataan pembangunan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Muchendi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Ini harus dilakukan dengan guyub, gotong royong, kebersamaan, dan saling peduli. Di Kabupaten OKI banyak suku, adat, dan budaya. Ini merupakan kekuatan dan anugerah bagi Kabupaten OKI,” ujarnya.
Perluas Akses Air Bersih
Salah satu layanan dasar yang menjadi perhatian Pemkab OKI adalah penyediaan air bersih, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sumber maupun jaringan distribusi.
Muchendi mencontohkan Kecamatan Air Sugihan. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan pihak perusahaan mendorong penyediaan layanan air bersih melalui kerja sama dengan PDAM.
“Di Air Sugihan sudah berdiri PDAM yang dikerjasamakan dengan perusahaan, dibantu pemerintah pusat dan daerah. Nanti akan berkontribusi menyambungkan ke rumah-rumah,” jelasnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan layanan sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Enam Wilayah Ditargetkan Terlayani Listrik
Selain air bersih, pemerataan akses listrik juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab OKI menargetkan enam wilayah yang belum teraliri listrik mendapatkan layanan listrik paling lambat akhir Desember 2026.
Enam wilayah tersebut meliputi Dusun Lembah Sunyi, Sungutan Nyahmat, Bagan Sipur, dan Ladang Begantung di Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal; Dusun Talang Jawa di Desa Jukdadak, Kecamatan Tanjung Lubuk; serta Dusun Seriguna di Desa Seriguna, Kecamatan Teluk Gelam.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) OKI Beni Akbari mengatakan, pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.
“Targetnya, wilayah-wilayah tersebut sudah mendapatkan aliran listrik pada akhir Desember 2026,” kata Beni.
Penyediaan listrik akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, baik melalui jaringan PLN maupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal.
Namun, tantangan geografis masih menjadi kendala di sejumlah daerah. Desa Gajah Mati dan Dusun SP 7 Desa Karang Sia, Kecamatan Sungai Menang, misalnya, memiliki keterbatasan akses jalan dan kondisi wilayah yang berdekatan dengan perairan sehingga sulit dijangkau jaringan listrik.
Untuk wilayah seperti itu, pemerintah mengusulkan PLTS komunal sebagai alternatif. Pemerintah desa juga diminta menyiapkan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan pembangkit.
Gotong Royong Jadi Kekuatan
Muchendi menilai keberagaman masyarakat OKI merupakan kekuatan sekaligus modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja bersama agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati sebagian masyarakat, tetapi dirasakan secara lebih merata.
Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten OKI berlangsung khidmat dan meriah. Sejumlah tamu undangan mengenakan pakaian adat Nusantara, sementara ratusan pelajar menampilkan Tari Nusantara sebelum pelaksanaan upacara.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab OKI melalui Baznas juga menyerahkan tali asih dan sembako kepada delapan veteran serta memberikan penghargaan kepada sejumlah ASN yang telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun.
Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara virtual.
Bagi Pemkab OKI, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap warga, termasuk yang berada di pelosok, dapat merasakan layanan dasar dan kesempatan yang lebih setara.
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia
