Buapti OKI Iskandar,SE mengadakan Rapat Koordinasi dengan Managemen Perusahaan Perkebunan di Ogan Komering Ilir mengenai Penaggulangan Bencana Asap yang diadakan di Ruangan Rapat Bende Seguguk I hari Kamis (10/09)
Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengatasi Penaggulangan Bencana Asap, Rapat tersebut dihadiri 48 perusahaan perkebunan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Bupati Ogan Komering IIir, Iskandar SE mengumpulkan seluruh manajemen perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dalam pertemuan ini Iskandar meminta seluruh perusahaan bersinergi dengan pemerintah dalam usaha penanggulangan Karhutla yang terjadi di OKI.
Kepada pimpinan perusahaan Iskandar mengatakan setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan, yaitu Pertama perusahaan agar segera menanggulangi Karhutla yang telah terjadi diwilayahnya.
“Jangankan dalam wilayah Perusahaan, dalam radius konsesi lahan adalah tanggungjawab perusahaan”. Ungkap Iskandar.
Kedua segera lengkapi alat tanggap darurat untuk kebakaran dan juga penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan dan juga masyarakat yang berada di interland perusahaan.
“Alat pemadaman yang ada diperusahaan harus standar, ada embung air, pompa yang setandar kalau belum ada menara pengawas, bangun dan siapkan petugasnya. Kita audit nanti kesiapan masing-masing perusahaan untuk menghadapi bencana ini agar tidak terjadi lagi” tegasnya.
Ketiga terus lakukan koordinasi dengan pemerintahaan daerah dan juga pemerintahan yang berada di tingkat yang paling bawah.
“Saya sangat berharap ke depannya jangan sampai kebakaran ini semakin luas,”Ujar Iskandar.
Segera Keluarkan Rekomendasi
Terkait instruksi yang diberikan Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo berupa pemberian sanksi terhadap perusahaan yang melanggar Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah mengambil langkah cepat. Sehari usai kedatangan Jokowi Pemkab OKI telah membentuk tim investigasi. Selasa (08/9) tim tersebut turun menginvestigasi lahan PT Tempirai Palm Resource di Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur.
“Tim kita sudah turun kelapangan dalam dua tiga hari ini hasil penyelidikan akan kita serahkan ke BPN RI sebagai rekomendasi untuk pencabutan HGU PT Tempirai” Tegas Iskandar. Dikatakannya tidak hanya PT Tempirai, audit juga dilakukan kepada perusahaan lainnya.
“Untuk perusahaan yang kami rekomendasikan ke BPN, surat juga kami tembuskan ke saudara” tegas Iskandar.
Dikatakan kepala BPNPB OKI, Azhar, SE hingga saat ini upaya pemadaman Karhutla di OKI terus dilakukan. Petugas pemadaman; BNPB, Manggala Agni, TNI, Polri terus bekerja keras memadamkan titik api di wilayah OKI
“Hari ini sebanyak 1000 orang personil Kostrad diturunkan untuk membantu pemadaman api” katanya.
Dalam penegakan hukum, Kapolres OKI menyatakan akan menindak tegas pelaku pembakaran lahan baik perusahaan maupun perorangan. Bahkan dikatakannya dia menurunkan patroli motor untuk menjaga daerah rawan terbakar.
“Sangsi tegas kita berikan kepada pembakar lahan. Siapapun yang melanggar akan kita tindak” tegas Kapolres OKI, AKBP, Zulkarnaen, S. IK.
“Kita bukan ingin memojokkan salah satu pihak. Tapi itulah tanggung jawab kita bersama untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membakar lahan untuk membuka lahan”jelas Zulkarnaen.
Diakhir pertemuan seluruh perusahaan sepakat untuk menanggulangi kebakaran nantinya. Kadisbun OKI, Ir. Asmar Wijaya, M. Si, juga mengatakan siap berkoordinasi dengan perusahaan dalam rangka menanggulangi kebakaran.
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia

