Home / News / Jalan Kayuagung–Cengal Berangsur Mulus, Akses Wilayah Terisolasi OKI Mulai Terbuka

Jalan Kayuagung–Cengal Berangsur Mulus, Akses Wilayah Terisolasi OKI Mulai Terbuka

KAYUAGUNG — Perjalanan dari pusat Kota Kayuagung menuju Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pernah menjadi perjuangan berat bagi warga. Saat musim hujan, jalan utama berubah menjadi kubangan lumpur tebal. Kendaraan yang melintas kerap terjebak, bahkan nyaris tenggelam dalam lubang jalan.

Kondisi memprihatinkan itu masih membekas dalam ingatan Faisal, warga Dusun Rimba Naning, saat ditemui, Senin (27/10). Rimba Naning merupakan salah satu titik kerusakan terparah di jalur menuju Cengal yang beberapa kali viral di media sosial.

Faisal menceritakan, kerusakan jalan saat itu begitu parah hingga kendaraan roda empat, terutama truk pengangkut barang, kesulitan melintas. Kedalaman lubang bahkan mencapai sekitar satu meter.

“Truk yang melintas di titik tersebut bodinya tinggal separuh yang terlihat di jalan karena dalamnya lubang,” kenang Faisal.

Kerusakan jalan tidak hanya membuat perjalanan semakin sulit, tetapi juga memperpanjang waktu tempuh dari semula sekitar tiga jam menjadi lebih dari lima jam. Dampaknya, biaya angkut komoditas pertanian ikut melonjak sehingga membebani petani dan masyarakat di wilayah pedesaan bagian timur OKI.

Padahal, jalan poros Kayuagung–Cengal merupakan jalur strategis yang menjadi urat nadi penghubung pusat pemerintahan kabupaten dengan sejumlah kecamatan, termasuk Pedamaran Timur, Sungai Menang, dan Cengal.

Kondisi jalan yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan hasil pertanian, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi wilayah.

Sinergi Anggaran Pusat dan Daerah

Kini, kondisi tersebut perlahan mulai berubah. Pemerintah Kabupaten OKI terus menggenjot perbaikan dan peningkatan kualitas jalan poros Kayuagung–Cengal di bawah kepemimpinan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki.

Di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab OKI mengoptimalkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui sejumlah skema, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK), Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), serta Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) OKI, peningkatan jalan menuju Kecamatan Cengal terus direalisasikan secara bertahap.

Ruas Talang Jaya–Sungai Menang sepanjang 2,026 kilometer telah selesai ditingkatkan melalui alokasi DAK Tahun Anggaran 2026. Capaian tersebut menyusul penyelesaian ruas Sumber Hidup–Kayulabu sepanjang 10,382 kilometer yang lebih dahulu rampung melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2025.

Sementara itu, peningkatan ruas Kayulabu–Talang Jaya melalui program IJD 2026 kini memasuki tahap tender. Pada jalur yang sama, pekerjaan fisik ruas Rimba Nanjung juga sedang berlangsung dengan memanfaatkan alokasi DBH Sawit 2026.

Berbagai skema pendanaan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, sekaligus mengatasi keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

Pangkas Waktu Tempuh, Dongkrak Ekonomi Warga

Bupati OKI Muchendi Mahzareki menegaskan, peningkatan jalan poros Kayuagung–Cengal bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, pembangunan tersebut merupakan upaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, memperlancar konektivitas antarwilayah, dan membuka keterisolasian daerah.

“Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kita terus mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan. Ruas yang sudah selesai direalisasikan menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses masyarakat, sedangkan penanganan ruas lainnya terus kita dorong sesuai tahapan pelaksanaannya,” ujar Muchendi.

Menurutnya, konektivitas jalan yang semakin baik akan memberikan dampak langsung terhadap efisiensi perjalanan dan biaya logistik masyarakat.

Distribusi hasil panen petani menuju sentra pasar dapat berlangsung lebih cepat, sementara akses warga untuk mendapatkan pelayanan publik maupun fasilitas kesehatan juga semakin mudah dan terjangkau.

“Target kita, konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah beraktivitas dan kegiatan ekonomi semakin lancar. Pembangunan jalan harus memberikan manfaat nyata bagi warga dan mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten OKI,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun harus berjuang melewati jalan berlumpur dan berlubang, peningkatan infrastruktur secara bertahap ini menjadi harapan baru.

Jalan yang semakin baik bukan hanya mempersingkat perjalanan, tetapi juga membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pelosok OKI.

(Mrd)

x

Check Also

Muchendi Dorong Karang Taruna OKI Aktif Tangani Karhutla dan Kembangkan Ekonomi Kreatif

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, H. Muchendi Mahzareki, mendorong Karang Taruna ...