
Kayu Agung — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai lokus utama percepatan tanam padi menghadapi potensi El Nino 2026. Sebanyak 111 ribu hektare lahan ditargetkan masuk dalam program percepatan tanam guna menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau panjang.
Pencanangan gerakan percepatan tanam dipusatkan di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Selasa (19/5/2026). Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan memengaruhi sektor pertanian di sejumlah wilayah Indonesia.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan percepatan tanam dilakukan untuk memastikan produksi pangan Sumsel tetap terjaga meski ancaman kemarau panjang mulai diwaspadai.
“Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap tinggi,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, target tersebut masih realistis dicapai karena curah hujan di sejumlah wilayah Sumsel masih cukup mendukung kegiatan pertanian. Kondisi itu dinilai menjadi peluang untuk mempercepat musim tanam secara masif sebelum kemarau mencapai puncaknya.
Sementara itu, Danrem 044/Garuda Dempo Khabib Mahfud menyebut Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dari total sekitar 519 ribu hektare luas baku sawah di Sumsel, sebanyak 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut yang masih dapat dimaksimalkan.
“Gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan karena luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sebanyak 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut,” katanya.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyatakan optimistis target percepatan tanam dapat tercapai apabila dukungan sarana dan prasarana pertanian terpenuhi secara maksimal. Dukungan tersebut meliputi penyediaan benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian untuk kegiatan prapanen maupun pascapanen.
Menurut Muchendi, program percepatan tanam juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman petani dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300.
“Kami optimistis target tersebut dapat dicapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik. Dukungan itu juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300,” ujarnya.
Ia menjelaskan, luas baku sawah di Kabupaten OKI mencapai 105.436 hektare. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan lahan rawa lebak yang selama ini belum tergarap optimal akibat genangan air dengan kedalaman dua hingga empat meter.
Namun, kondisi kemarau akibat El Nino justru dinilai dapat menjadi peluang untuk membuka areal tanam baru di kawasan rawa lebak tersebut.
Melalui gerakan percepatan tanam ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya mendukung peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.(Murod)
Kayuagung Radio etnikom – Jaringan Media Etnik Indonesia