Home / News / Herman Deru Beri Bonus Rp10 Juta bagi Warga Pelapor Karhutla di OKI

Herman Deru Beri Bonus Rp10 Juta bagi Warga Pelapor Karhutla di OKI

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat desa.

Warga didorong aktif melakukan pemantauan dan patroli di lingkungan masing-masing, terutama di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Langkah ini dinilai penting karena masyarakat berada paling dekat dengan lokasi rawan sehingga dapat membantu mendeteksi potensi kebakaran lebih awal.

Penguatan peran masyarakat tersebut dibahas dalam rapat evaluasi penanganan karhutla yang dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, Minggu (4/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan perangkat desa, Karang Taruna, Linmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan untuk melakukan pemantauan dan patroli di kawasan rawan.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam. Peran masyarakat serta kesiapan perusahaan menjadi bagian penting dalam mencegah api berkembang.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian dari pengawasan dan perusahaan memastikan personel serta peralatannya siap. Kalau bergerak sejak awal, kita bisa mencegah api meluas,” ujar Muchendi.

Menurut Muchendi, keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. Pemerintah daerah terus mendorong kesadaran warga agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Pemkab OKI juga menyiapkan insentif bagi relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai masyarakat memiliki posisi strategis dalam pengendalian karhutla karena berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal dan kawasan rawan.

“Masyarakat adalah mata dan telinga kita di lapangan. Karena itu, kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya sangat penting dalam mencegah karhutla,” ujar Herman Deru.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat, Herman Deru memberikan bonus Rp10 juta bagi warga yang melaporkan kejadian karhutla. Sementara itu, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki turut memberikan bonus Rp5 juta bagi pelapor karhutla di wilayah Kabupaten OKI.

Pemberian apresiasi tersebut diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelaporan dan pencegahan sejak dini. Dengan informasi yang lebih cepat diterima, penanganan dapat segera dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Pengendalian karhutla juga melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta dunia usaha. Pemerintah memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadam di wilayah rawan untuk mendukung respons apabila terjadi kebakaran.

Penguatan peran masyarakat dilakukan sejalan dengan pemetaan 107 desa yang masuk kategori rawan karhutla. Sebanyak 61 desa di antaranya menjadi wilayah prioritas yang tersebar di enam kecamatan, yakni Tulung Selapan, Cengal, Sungai Menang, Pangkalan Lampam, Pampangan, dan Air Sugihan.

Dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat desa, upaya pengendalian karhutla di OKI tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga memperkuat deteksi dini, pelaporan, patroli, dan pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

#Karhutla

x

Check Also

47 Tim U-10 dan U-12 Berebut Tiket Seri Nasional Liga Merah Putih

Kayuagung – Sebanyak 47 tim sepak bola usia dini memperebutkan tiket menuju Seri Nasional Liga ...