Home / News / Kabut Asap Karhutla, Bupati OKI Pastikan Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Kabut Asap Karhutla, Bupati OKI Pastikan Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki memastikan masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal dan tanpa biaya.

Penegasan itu disampaikan Muchendi saat meninjau Puskesmas Tulung Selapan, Selasa (6/10), untuk melihat langsung kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak asap. Perhatian khusus diberikan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak yang lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan.

Dalam kunjungan tersebut, Muchendi meminta jajaran puskesmas tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk berobat. Petugas kesehatan diminta aktif turun memberikan edukasi kepada warga mengenai risiko paparan asap serta langkah perlindungan kesehatan, termasuk kepada lingkungan sekolah.

“Yang paling penting masyarakat harus mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal. Kalau ada keluhan akibat asap, segera ditangani. Pelayanannya gratis, sesuai dengan edaran dan arahan Gubernur Sumatera Selatan,” kata Muchendi.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan. Asap yang ditimbulkan juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Karena itu, Muchendi meminta puskesmas memperkuat edukasi mengenai gejala gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, hingga berbagai keluhan pernapasan lainnya.

“Puskesmas harus aktif mengedukasi masyarakat. Jangan sampai warga tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika kualitas udara memburuk dan mulai muncul keluhan kesehatan,” ujarnya.

Selain pelayanan kesehatan gratis, Muchendi juga meminta pembagian masker secara cuma-cuma kepada masyarakat di wilayah terdampak. Masker juga diminta disalurkan ke sekolah-sekolah dan siswa sebagai bagian dari upaya melindungi anak-anak yang tetap menjalankan aktivitas belajar di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Masker harus dibagikan gratis kepada masyarakat sekitar. Sekolah-sekolah juga harus mendapat pembagian masker. Anak-anak harus kita lindungi,” katanya.

Kondisi kesehatan masyarakat menjadi perhatian karena data Puskesmas Tulung Selapan menunjukkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih ditemukan dalam beberapa bulan terakhir.

Tercatat sebanyak 130 kasus ISPA pada Juni, kemudian 135 kasus pada Juli. Angka tersebut meningkat menjadi 158 kasus pada Agustus. Pada September tercatat 118 kasus, sementara hingga minggu pertama Oktober terdapat 28 kasus.

Data tersebut menjadi perhatian dalam memperkuat langkah pencegahan serta pelayanan kesehatan masyarakat di tengah kondisi karhutla dan paparan kabut asap.

Muchendi juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap mulai menebal. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Jangan menunggu kondisi menjadi berat. Kalau mulai batuk, sesak, mata terasa perih, atau ada gangguan pernapasan setelah terpapar asap, segera datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Muchendi.

x

Check Also

Perdes dan Sanksi Adat Jadi Benteng Karhutla di Desa Jermun OKI

OKI — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ...